Senin, 21 Agustus 2017

Aku Hanya Ingin kau Menghargainya


Aku sadar dan benar-benar tau, aku bukan siapa-siapa untukmu. Hanya segelintir teman yang tak berguna. Teman yang hanya sekedar diajak mengobrol atau tertawa.

Tapi, yang harusnya kau tau, aku peduli denganmu. Sayang? ya, kamu tak pernah tau dan tak akan mau tau. Oke, fine. Aku tak masalah dengan itu.

Dan hal yang paling aku takutkan adalah, jika aku mengunggkapkan perasaanku kau akan menjauhiku. Point terakhir itu, yang selalu membuatku takut, untuk mengungkapkannya. Bukannya aku tidak mau atau tak berani, hanya saja aku hanya ingin tetap dekat denganmu meskipun hanya sebagai teman. 

Seandainya, kau bisa mengerti. Jika aku mengungkapkannya, bukan berarti aku mengharapkan jawaban atau status. Aku hanya berharap, paling tidak kau tau, kalau ada seseorang yang masih peduli denganmu. Dan itu sudah cukup untukku. Tak perlu, kau berucap, 'Aku hanya menganggapmu sebagai teman.'

Sampai kapan kau akan mengerti? Aku tak memintamu untuk menganggapku sebagai teman! Aku juga tak memintamu untuk menganggapku sebagai orang yang spesial atau istimewa! Aku tak mengharapkan semua itu! Dan aku juga tak ingin itu! Aku hanya ingin kau tau. Dan menghargainya. Itu saja.

Mungkin, kau masih bingung dengan maksudku. Atau kau bingung, yang aku maksudkan adalah, ketika aku tau kau sudah punya pasangan, kau akan mengerti betapa hancurnya aku saat itu. Sebagai orang yang menyukaimu diam-diam, mungkin menjauh darimu adalah cara terbaik. Dan aku telah melakukannya berulang-ulang kali.

Aku hanya mencoba untuk mengobati perasaanku. Dan itulah maksudku, 'kau bisa menghargainya.' Paling tidak, kau menghargai setiap perhatian yang aku berikan. Tak perlu status 'teman', 'sahabat', apalagi 'pacar'. Aku sangat sadar, itu adalah harapan yang terlalu tinggi.

Apa kau sadar? Mengetahui, kalau kau tau aku menyukaimu saja, itu membuatku lega. Dan aku tak berharap lebih. Andai kau tau, menyukaimu itu menyakitkan. Iya ini memang bukan salahmu, bukan juga salah siapa-siapa. 

Aku masih tetap yang dulu, masih menjadi pria yang berharap bisa bersamamu. Karena yang harus kau tau, aku tak ingin menjadikanmu sebagai pacar. Tapi aku ingin menjadikanmu sebagai istri ku, menjadi wanita yang akan selalu ada disaat senang maupun susah, menjadi wanita yang selalu setia bersamaku saat berbagi masalah datang mendera. Ya mungkin ini adalah harapan yang terlalu tinggi. 

Selamat malam, kau yang namanya selalu aku selipkan dalam tiap bait doa yang aku panjatkan kepada-Nya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bismillah... Mulai detik ini aku ikhlas melepasmu Bukan berarti aku tak cinta Bukan berarti aku tak peduli Hanya saja cinta ini belum sa...